Kau
tahu, aku ini penggemar coklat, atau mungkin bisa dibilang aku ini penggila
coklat. Banyak coklat yang ku makan, entah itu yang ku beli sendiri, pemberian
teman, pemberian sanak saudara atau pun pemberian darimu.
Aku
suka, aku mencintai coklat. Dan aku senang itu.
Namun,
tidak kah kamu memperhatikanku? Semenjak beberapa tahun terakhir ini, semenjak
kau ada disini menemaniku, masuk dalam kehidupanku dan menemani hari-hariku,
dan memberikanku kenyamanan, aku tak lagi sering memakan coklat seperti dulu.
Memang sih, aku masih saja suka makan coklat, tapi tidak segila dan sesering
dulu. Apakah kamu tahu itu? Kurasa tidak, ya karena memang kamu tak
memperhatikanku. Yang kamu tahu hanyalah aku suka makan coklat dan beranggapan
bahwa aku akan selalu seperti itu.
Kamu
tidak terlalu memperhatikanku, kamu masih saja memberiku coklat. Aku tidak
mengerti, aku pun tidak tahu apa maksudmu selalu memberiku coklat. Tapi aku
senang itu. Sepertinya kamu ingin bersikap romantis kepadaku dengan memberikan
coklat-coklat itu untukku, iya kan?
Sebenarnya
ada yang kamu tidak ketahui dariku, dari apa yang selalu kulakukan. Kamu tidak
mengertahui kenapa aku memakan coklat, bukan karena aku suka coklat-coklat itu
dengan tulus. Tapi aku memakannya karena coklat dapat membuatku lebih tenang.
Aku memakannya karena aku mendapatkan sesuatu darinya.
Aku
memakan coklat saat aku sedang tertekan dan mengalami sesuatu yang membuatku
kecewa. Aku memakan coklat saat aku mulai terpuruk, aku memakan coklat saat aku
membutuhkan sesuatu yang dapat membuatku lebih tenang dan aku memakan coklat
saat aku berpikir bahwa tak ada seorangpun yang dapat memahami perasaanku. Dan
coklat dapat membuat semuanya lebih baik, ia dapat menenangkanku. Itu mengapa
aku senang coklat.
Namun kini, aku tak lagi memakan coklat saat aku mulai merasa
terpuruk, aku tak lagi menghabiskan uang jajanku untuk membeli beberapa batang
coklat saat aku kecewa. Itu karena kamu. Ya, kamu. Sekarang ada kamu yang
selalu menemaniku saat aku sedih dan kecewa. Kamu ada disaat aku membutuhkan
dan mencari sesuatu yang dapat membuatku nyaman. Bisa dibilang kamulah
pengganti coklatku saat ini.
Jika
boleh, aku ingin agar kamu terus tetap berada disini menemani hariku dan
membuatku tenang disaat aku terpuruk, menemaniku hingga suatu saat nanti aku
tak lagi perlu memakan coklat untuk menghilangkan rasa kecewaku.
knp g petis aja :-D
BalasHapusGue jg suka coklat :p
BalasHapuscoklat enak kan ya zy hahaha
BalasHapusmasa petis sih ah asem dong
BalasHapus